Sorry we are temporary closed (tidak aktif) due to technical problem.


Membuat Kolam Koi Ideal, Hal-Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

iokoi header low resolution1 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

Kehadiran kolam ikan koi disekitar tempat tinggal kita memberikan keindahan dan ketenangan. Melihat indahnya ikan koi dengan aneka warna yang berenang dalam suatu kolam ikan yang bersih, jernih dan ditambah kehadiran suara gemericik air memberikan suasana yang didambakan banyak orang.

Banyak yang berpikir bahwa membuat suatu kolam koi adalah hal yang mudah dan berakhir dengan kekecewaan. Banyak penghobi pemula yang kecewa karena kolam koi yang dibuat ternyata tidak sesuai harapan, perawatan yang rumit dan memakan banyak waktu, ataupun ikan koi kesayangan tidak dapat bertahan hidup dengan baik maupun tidak dapat berkembang dengan baik merupakan contoh kasus yang sering terjadi. Seringkali hal hal tersebut memberikan pengalaman yang mengecewakan bagi penghobi pemula dalam memelihara ikan koi kesayangan. Bahkan tidak jarang menyebabkan biaya yang besar karena bongkar pasang kolam karena kolam koi yang sudah dibangun sebelumnya tidak sesuai harapan.

Namun demikian bukan berarti Koi Keeping termasuk dalam pembuatan kolam Koi merupakan sesuatu yang terlalu rumit. Dibutuhkan perencanaan yang matang, sama halnya ketika kita membangun rumah tinggal karena kehadiran Kolam Koi disekitar rumah tinggal merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari hari.

Perencanaan awal yang matang, design dan konstruksi yang benar merupakan hal utama yang harus diperhatikan. Pembangunan Kolam Koi merupakan penggabungan teknik sipil, arsitek, pemahaman terhadap proses kerja kimia dan juga biologi. Koi keeping merupakan sesuatu yang menyenangkan dan akan melalui proses pembelajaran dan penambahan pengetahuan.

Kolam koi ibarat rumah yang akan dihuni oleh ikan kesayangan kita, dan idealnya adalah tempat yang memungkinkan ikan bertumbuh sehat dan berkembang optimal serta indah. Disamping itu kolam koi idealnya mudah dirawat sehingga Koi Keeping menjadi aktifitas yang menyenangkan bukan menyusahkan. Menghindari kesalahan mendasar dalam pembangunan kolam yang akan mengakibatkan biaya yang besar untuk perbaikan kolam Koi.

Berkembangnya animo terhadap ikan koi di tanah air beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Artikel ini membahas hal-hal yang patut mendapat perhatian bagi penghobies pemula, learn from the mistake dan juga merupakan suatu ajang berbagi buat rekan-rekan sesama pecinta Ikan Koi di tanah air. Semoga bermanfaat. Artikel ini terbuka buat masukan dari penghobies dan pakar koi di tanah air untuk berbagi ilmu, pengalaman dan diskusi mengenai aspek kolam koi yang ideal.

Kolam koi yang sukses dapat di ukur melalui parameter-parameter berikut ini:

1. Pertama KUALITAS AIR, Kolam Koi yang sukses adalah Kolam yang mampu menjaga “Kualitas Air yang baik” Seringkali terjadi kesalah pahaman bahwa kualitas Air yang baik adalah Air yang Jernih dan Bersih. Sebagai catatan air yang jernih dan bersih belum tentu memenuhi kriteria Kualitas Air yang baik bagi ikan. Untuk menjaga kualitas air kolam koi perlu dilengkapi dengan system filtrasi. Kotoran ikan koi merupakan salah satu faktor terbesar penyebab turunnya kualitas air kolam yang patut dikelola dengan baik. Kehadiran filter menjadi mutlak untuk menjaga kualitas air. Selain filtrasi kolam perlu mempertimbangkan system aerasi yang memadai bagi kelangsungan hidup ekosistem kolam.

2. Kedua AMAN, Kolam Koi yang sukses adalah kolam koi yang memperhatikan aspek keamanan baik bagi ikan di dalam nya maupun pemiliknya. Design kolam perlu memperhatikan keamanan bagi ikan koi dari serangan predator. Ketinggian kolam koi dari permukaan air juga patut mendapat perhatian. Seringkali ikan koi baru ataupun ikan yang dijangkiti parasit sering melompat dari kolam. Ketinggian 15 cm sd 20 cm dari batas permukaan air kolam akan sangat membantu menghindari ikan koi melompat keluar dari kolam. Demikian juga kehadiran kolam koi disekitar tempat tinggal kita harus memperhatiakan factor keaman bagi manusia misalnya pemilihan lokasi kolam yang dapat terlihat dengan jelas untuk menghindari kecelakaan. Hal lain yang patut diperhatikan adalah instalasi kelistrikan yang aman. Perencanaan mengenai lokasi yang tepat dan aman perlu menjadi pertimbangan dari awal perencanaan pembangunan kolam.

3. Ketiga MUDAH untuk perawatan, Kolam Koi yang kurang direncanakan dan didesign dengan baik seringkali menyebabkan kesulitan dalam perawatan kolam, memakan banyak waktu untuk perawatan dan terkadang biaya. Idealnya kolam koi dapat dirawat dan dikelola dengan mudah. Jika kolam yang anda buat dengan susah payah namun ternyata kolam tersebut memakan banyak tenaga dalam perawatan nya maka pemeliharaan koi yang seharusnya menyenangkan malah menjadi menyusahkan. Sebaliknya kolam yang di design dengan baik akan memberikan pengalaman yang mudah dan menyenangkan dalam perawatan nya.

4. Keempat, INDAH, kehadiran kolam yang di design dengan indah dan serasi dengan design rumah misalnya akan memberikan nilai yang tak terhingga.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang akan membantu kita dalam perencanaan dan dalam mendesign kolam koi yang akan kita bangun. Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini akan membantu kita memahami aspek-aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian kita agar tujuan pembuatan kolam koi tercapai sesuai harapan.

1. Bagaimana bentuk kolam koi yang ideal?

Nilai estetika kolam merupakan salah satu unsur penting yang perlu diperhatikan. Namun jika kita hanya terpaku pada unsur keindahan saja sehingga bentuk kolam menjadi berbelit belit itupun kurang baik. Aspek lain yang perlu diperhatikan selain aspek estetika adalah keleluasaan berenang ikan koi dan juga pengelolaan kualitas air. Dalam aspek ini idealnya kolam berbentuk oval ataupun persegi (bentuk formal). Namun bukan berarti bentuk lain nya (bentuk non formal) tidak baik. Harmonisasi antara aspek estetika dan juga aspek teknis akan menjadi suatu ramuan yang paling ideal.

Seringkali ada pertanyaan apakah ikan koi perlu tempat untuk bersembunyi? Jawaban nya adalah tempat bersembunyi ikan koi tidak mutlak diperlukan dan kita akan kesulitan menikmati keindahan ikan koi kesayangan kita.

2. Berapa besarnya kolam koi yang akan saya buat?

Tentunya tergantung pada luas lahan yang kita miliki. Namun dari aspek lain kondisi ideal luas kolam koi juga perlu mempertimbangkan besarnya ikan koi yang akan menghuni. Jika ukuran ikan koi kita kurang dari 30 cm maka ukuran kolam 2 sd 5 meter persegi masih dianggap ideal. Namun jika kita rencanakan untuk memelihara ikan koi dengan ukuran lebih dari 80 cm maka idealnya luas kolam 10 sd 15 meter persegi. Perlu diingat bahwa ikan koi yang kita pelihara saat ini mungkin masih kecil dan akan bertumbuh menjadi besar bahkan mencapai ukuran jumbo diatas 90 cm nantinya. Luas lahan untuk kolam koi juga perlu mempertimbangkan lokasi untuk membangun kolam filter atau bak filtrasi yang idealnya minimal 30 persen dari volume kolam koi.

3. Kedalaman kolam yang ideal?

Kedalaman kolam koi ditentukan pula berdasarkan ukuran koi yang akan kita pelihara. Idealnya 2-3 kali panjang koi. Sebagai contoh jika kita ingin memelihara ikan koi dengan ukuran 30 cm maka kedalaman kolam ideal pada kisaran 60 sd 100 cm. Kalau kita rencanakan memelihara ikan koi yang panjangnya lebih dari 80 cm maka kedalaman kolam ideal pada kisaran 1.5 sd 2 meter. Secara umum role of thumb dalam koi minimal adalah 1 meter yang diukur dari dasar kolam sampai permukaan air tertinggi. Namum berdasarkan pengalaman kolam yang lebih dari 2 meter akan lebih susah dalam perawatan dan juga perkembangan ikan kurang optimal. Sedangkan kolam koi dengan kedalaman kurang dari 1 meter rentan terhadap perubahan suhu udara di siang hari.

4. Berapa jumlah ikan koi dalam satu kolam?

Disarankan bagi kolam baru dan juga newbie untuk mengisi kolam koi tidak terlalu padat. Tujuan nya adalah agar ikan koi dapat tumbuh dengan optimal. Dengan berjalan nya waktu tentunya jumlah ikan koi dalam kolam dapat ditambah sedikit demi sedikit sambil kita melakukan observasi terhadap pengelolaan kualitas air yang didukung oleh kinerja dari filter kolam yang kita miliki. Sering kita dengar mengenai apa yang disebut syndrome kolam koi baru, dimana koi mendadak secara serentak mati dalam jumlah yang banyak. Salah satu penyebabnya adalah over populasi di dalam kolam baru di mana ekosistem belum terbentuk secara optimal. Kumpulan kotoran koi yang merupakan ammonia, terakumulasi dan belum dapat diuraikan oleh bakteri pengurai secara proses biologi dan menjadi apa yang sering disebut bom ammonia. Kadar ammonia yang terakumulasi di kolam baru menjadi racun bagi koi dan menjadi senjata pembunuh yang kasat mata.

5. Apakah arti pentingnya Filter Kolam Koi

Filter adalah sistem yang dibuat untuk melakukan penyaringan. Bak Filter kolam koi berfungsi untuk menyaring air dari kolam yang sudah kotor oleh sisa buangan ikan dan juga partikel lain yang tidak diinginkan untuk kemudian dimasukkan ke dalam kolam lagi setelah bersih (dalam sistem kolam koi dimana sumber air kolam diisi ketika dibutuhkan). Tujuan dari Filter Kolam Koi adalah agar air dari kolam yang kita sirkulasikan kedalam kolam/bak filtrasi dapat tersaring dari partikel-partikel yang tidak diinginkan dan menjadikan air menjadi murni kembali seperti halnya dari sumber air. Apakah system filtrasi mutlak dibutuhkan? Dalam system kolam dimana sumber air (Air bersih) hanya dimasukkan kedalam kolam untuk penambah volume air maka fungsi system filtrasi adalah sangat fital. Berbeda halnya dengan kolam Koi dimana air mengalir terus menerus dari sumber air maka fungsi filter dalam hal ini lebih ke penyaringan terhadap sumber air (misal sumber airnya adalah air sungai). Cara lain adalah dengan mengganti air kolam sesering mungkin agar kualitas air tetap terjaga namun disamping tidak ekonomis mengganti air dengan sering juga dimungkinkan mengakibatkan stress pada ikan ketika jumlah air yang di ganti terlalu banyak.

Apa saja yang disaring dari air kolam dan media filter yang dibutuhkan?

a. Pertama adalah saringan mekanis. Filter mekanis menyaring kotoran kasar dari kolam seperti daun, sisa pakan dan sekresi koi secara mekanis. Contoh sehari-hari prinsip kerja filter mekanis adalah saringan kopi. Besarnya pori media yang digunakan akan menentukan kriteria besarnya partikel yang akan dilewatkan keproses penyaringan selanjutnya. Bagian filter ini perlu mendapatkan perawatan dan pembersihan secara berkala untuk memastikan tidak terjadinya penyumbatan dipori yang menghambat aliran air dikarenakan dengan berjalannya waktu pori dimungkinkan mengecil dikarenakan kotoran yang tersangkut.. Media filter yang sering digunakan adalah Filter Brush dan Japmat (Memiliki fungsi juga sebagai tempat hidup bakteri dan menjalan fungsi penyaring biologis). Termasuk dalam Filter mekanis adalah proses pengendapan di bak pengendapan baik secara conventional maupun cyclone concept/system vortex. Perkembangan teknologi saat ini juga memungkinkan proses yang lebih canggih dalam melakukan penyaringan secara mekanis sampai ukuran micron misalnya penggunaan Drum Filter/Rotary Drum Filter.

b. Kedua adalah saringan biologis. Filter biologis adalah proses untuk memperbaiki kualitas air yang mengandung kadar amonia yang tinggi melalui bantuan bakteri Nitrosomonas sp (berperan dalam mengoksidasi ammonia menjadi nitrit) dan bakteri Nitrobacter sp (berperan mengoksidasi nitrit menjadi nitrat). Proses kerja filter bilologis adalah menyediakan tempat hidup bagi kedua bakteri tersebut diatas yang menjalankan fungsi menguraikan sisa pembuangan atau defekasi ikan yang mengandung ammonia. Zat amonia merupakan zat yang sangat beracun dan dalam kandungan tertentu akan merusak kualitas air kolam dan bahkan dapat membunuh ikan kesayangan. Apakah zat ammonia itu? Amonia merupakan hasil terakhir proses perncernaan ikan yang secara kimia disebut NH3 atau di sebut juga Ammonium Hydroxide (untuk form yang belum terionisasi) dan NH4 atau sering juga disebut Ammonium (untuk form yang sudah terionisasi). Dalam kandungan tertentu yang relative kecil zat amonia ini sudah dapat menjadi racun bagi ikan koi. Kadar zat ammonia dalam air memiliki dampak yang berbeda-beda bagi jenis ikan yang berbeda. Kandungan zat ammonia diatas 0.06 mg per liter sudah dapat menyebabkan gangguan pada insang ikan, sehingga ikan mulai kesulitan bernafas. Pada lebel 0.1 mg per liter air sudah dapat dikatakan terpolusi ammonia dan beberapa jenis ikan tidak dapat bertahan hidup. Ikan koi walaupun termasuk ikan yang tahan terhadap zat ammonia air pada kandungan 2 mg per liter dapat mengalami kematian (sumber: www.h2ou.com). Setiap 1000 gram berat tubuh ikan koi per hari (24 jam) diperkirakan menghasilkan 0.1 gram ammonia. Dapat diperhitungkan berapa gram ammonia yang dikasihkan oleh ikan koi di kolam kita.

Kadar racun zat ammonia ini akan semakin tinggi dalam kolam dengan kadar PH yang tinggi dan juga suhu udara yang tinggi. Tabel berikut menunjukkan hubungan antara ph dan suhu terhadap kandungan Amonia dalam pengukuran alat test yang menunjukkan Total Ammonia (Jumlah Antara NH3 dan NH4):

artikel iokoi pond 1 128x56 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

Sumber: http://www.theaquariumwiki.com

 

Sebenarnya kehadiran zat ammonia dalam kolam dimana ekosistem sudah matured/matang merupakan bagian dari ekosistem yang merupakan nutrisi bagi ganggang dan tumbuhan air. Ilustrasi berikut memberikan gambaran Siklus Proses Nitrifikasi dalam ekosistem kolam koi.

 

gambar siklus nitrifikasi the nitrification cycle 128x71 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

Gambar: Siklus Proses Nitrifikasi

 

 

Filter Biologi dengan menciptakan tempat hidup bagi bakteri pengurai Amonia menjadi bagian yang penting untuk menjamin kehidupan ekosistem kolam yang seimbang. Nitrit dan Nitrat sebagai hasil dari proses bakteri walaupun masih beracun namun dalam siklus yang seimbang masih relative aman buat ikan koi. Kata kunci keberhasilan kolam koi salah satunya terletak pada keseimbangan antara luas kolam koi, jumlah populasi, cara pemberian pakan dan kemampuan media filter terutama filter biologi dalam menjalankan fungsinya. Media filter yang sering digunakan adalah Bioball, Japmat, Batu Apung, dan Crystal Bio yang merupakan tempat hidup bagi bakteri pengurai ammonia. Perhitungan kapasitas Filter Biologi untuk menunjang ekosistem kolam perlu diperhitungkan dengan cermat dengan focus terutama pada perhitungan SSA, Jumlah kepadatan koi dan Perkiraan Ammonia yang perlu diproses. Cara perhitungan ini akan kami up date segera.

c. Ketiga adalah saringan kimiawi. Filter Kimiawi adalah proses-proses untuk memperbaiki kualitas air dari partikel-partikel yang tidak dibutuhkan yang tidak dapat diproses secara biologis maupun mekanis. Proses yang dimaksud adalah proses Absorbsi, Adsorpsi maupun proses pertukaran Ion. Media filter yang sering digunakan adalah batu zeolite, karbon aktif (arang) dan kulit kerang. Masing-masing media filter kimiawi tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Batu zeolite memiliki fungsi untuk mengikat ammonia yang tidak terurai dari process penyaringan sebelumnya. Demikian juga karbon aktif yang memiliki pori yang kecil dapat menyerap partikel-partikel kecil yang membahayakan kolam dari proses filtrasi sebelumnya (Filter Mekanis maupun Biologis). Sedangkan kulit kerang diyakini dapat menstabilkan PH kolam.

6. Apa jenis-jenis Filter untuk Kolam Koi?

Banyak sekali istilah yang digunakan untuk menyebutkan jenis-jenis filter yang di design untuk kolam koi. Namun pada umumnya jenis Filter untuk kolam koi dapat dibedakan menjadi dua bagian berdasarkan posisi pemasangan pompa air untuk sirkulasi air.

a. Pompa di dalam kolam koi. Fungsi dari pompa ini adalah menyedot air dari dalam kolam dan mendorong air menuju bak filter. Posisi bak filter dalam system ini biasanya diletakkan lebih tinggi dari posisi kolam, sehingga air yang sudah melalui proses filtrasi dapat dialirkan turun menuju kolam koi.

b. Pompa di luar kolam. Merupakan kebalikan dari jenis pertama di mana posisi pompa air diletakkan di dalam bak filter, terutama di chamber terakhir dimana air yang sudah bersih disedot dari bak filter dan didorong menuju kolam koi. Air dari chamber terakhir ini disalurkan ke dalam kolam melalui air terjun, air mancur maupun jadi arus kolam.

7. Berapa ukuran ideal Filter untuk Kolam Koi?

Berdasarkan pengalaman dan sharing dari beberapa sumber minimal ukuran Filter yang baik adalah 30 persen dari Volume Kolam. Tujuannya adalah agar air kolam dapat mengalami proses filtrasi yang cukup baik secara mekanik, biologi maupun kimiawi. Perhitungan volume kolam koi dapat melalui formula sebagai berikut:

Volume Kolam Koi = Panjang Kolam Efektif x Lebar Kolam Efektif x Tinggi Kolam Efektif

Panjang dan Lebar Kolam Efektif yang dimaksud adalah ukuran dinding bagian dalam kolam. Bedakan dengan panjang dan lebar lahan kolam karena ada aspek tebal dinding kolam. Dengan demikian panjang dan lebar kolam efektif adalah ukuran panjang dan lebar lahan untuk kolam dikurangi dengan tebal dinding kolam.

Sedangkan tinggi kolam efektif dapat diukur dari dasar kolam sampai dengan batas permukaan air kolam yang direncanakan.

Perhitungan lebih detail volume kolam untuk kolam berbentuk oval (bentuk kolam non formal) dan kolam koi dengan dasar kolam yang memiliki ketinggian yang berbeda memerlukan kalkulasi details tambahan. Namun demikian sering juga digunakan metode average untuk pengukuran kolam non formal dengan menggunakan panjang, lebar dan tinggi kolam rata-rata (average).

Contoh Rencana pembangunan kolam dengan panjang efektif 2 meter, lebar efektif 4 meter dan kedalaman efektif 2 meter, maka volume kolam adalah 16 meter kubik. 16 Meter Kubik setara dengan 16,000 liter air atau setara dengan 15.71 ton.

Kapasitas kolam koi 16 ton seperti dalam contoh tersebut diatas memerlukan kapasitas filtrasi minimal 30% atau setara dengan 4.8 ton.

Namun demikian ukuran 30 persen minimal adalah acuan kasar saja. Banyak faktor yang mempengaruhi dalam perhitungan besarnya volume Filter:

a. Kepadatan Ikan dan besarnya ikan koi yang dipelihara, semakin banyak populasi ikan koi dan semakin besar ikan koi yang dipelihara dalam satu kolam akan menuntut kebutuhan volume air yang di filter lebih besar.

b. Waktu Sirkulasi yang diharapkan. Sebagai contoh untuk kapasitas kolam 10,000 liter kita menggunakan pompa dengan kapasitas 10,000 liter per jam maka dibutuhkan waktu 1 jam untuk sirkulasi air dari kolam ke filter. Berdasarkan pengalaman dan sharing dari teman-teman penghobies sirkulasi air disarankan dalam 1 jam sd 2 jam. Dalam hal sirkulasi air dari kolam menuju bak filter adalah 1 jam maka volume filter yang memadai dibutuhkan agar aliran air yang cukup deras dapat mengendap. Rekomendasi ukuran filter minimal 30% dapat menjadi acuan kondisi ideal yang diharapkan.

c. Media Filter yang digunakan akan mempengaruhi daya tampung air di filter, sebagai contoh chamber filer yang diisi dengan batu zeolite akan menampung air lebih sedikit dibandingkan chamber filter yang diisi dengan bioball. Dengan demikian efektif air yang masuk dalam bak filter untuk berbagai media yang berbeda akan berbeda pula.

Pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana jika kita memperbesar kapasitas pompa agar waktu sirkulasi lebih pendek? Waktu sirkulasi yang lebih pendek belum tentu lebih baik tergantung media filter, volume bak filter yang digunakan karena air yang melalui proses filtrasi membutuhkan waktu untuk mengendap. Pompa yang terlalu besar kapasitasnya yang tidak diimbangi dengan kapasitas bak filter yang cukup dikuatirkan menyebabkan kotoran tidak dapat mengendap dan terfilter dengan baik.

Sebaiknya bak filtrasi yang akan dibuat dibagi dalam beberapa bak kecil (chamber). Tujuan nya adalah:

a. Untuk membagi proses penyaringan dengan urutan saringan kasar (filter mekanis), proses biologis (filter biologis) dan terakhir proses kimia (filter kimiawi) sebelum masuk lagi ke kolam koi.

b. Untuk memisahkan media filter yang berbeda-beda. Sebagai contoh media bioball seringkali dipisahkan dengan japmat untuk memudahkan saat proses pembersihan.

Bak kecil atau yang disebut chamber filter dapat dibuat dengan urut2an sebagai berikut:

a. Chamber pertama biasanya digunakan sebagai settlement chamber sebelum masuk ke media filtrasi. Settlement chamber adalah chamber untuk pengendapan kotoran berat/padat dari kolam koi agar kinerja media filter berikutnya lebih ringan. Agar kinerja settlement chamber lebih efisien sering digunakan Cyclone Concet atau disebut juga Sistem Vortex. Mekanismenya adalah mengalirkan air dari dasar kolam maupun dari surface skimmer dan mengendapkan kotoran di tengah bagian dasar kerucut dengan membuat air berputar (arus berputar). Tehnik yang patut mendapat perhatian adalah pembuatan air flow guide kurang lebih 30 cm di bawah permukaan air di settlement chamber dan aliran air yang pelan melingkar sehingga timbul gaya sentrifugal.

 

gambarskema sederhana design settlement chamber dengan sistem vortex 128x80 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

Gambar: Skema sederhana Settlement Chamber dengan system Vortex.

 

gambar ilustrasi instalasi pipa untuk menimbulkan efek sentrifugal di chamber vortex 128x129 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

 

 

Gambar: Ilustrasi pemasangan pipa untuk menimbulkan arus perputar sentrifugal di bak vortex. Dalam contoh ini arah arus berlawanan dengan arah jarum jam.

 

b. Chamber kedua biasanya digunakan untuk media filter mekanik. Media filter yang banyak digunakan adalah Filter Brush. Filter brush berdasarkan pengalaman sangat efektif untuk meyaring kotoran yang melayang. Di chamber pertama ini ada beberapa penghobies yang meletakkan media japmat sebagai alternative lain maupun dikombinasi setelah Brush dilanjutkan dengan JapMatt di chamber yang sama. Untuk kolam outdoor dimana dimungkinkan banyak daunan yang masuk kedalam kolam ada baiknya dipasang filter brush terlebih dahulu sebelum dipasang media japmat karena kadang banyak kotoran melayang yang tersaring di japmatt dan menyumbat aliran air. Perlu dipertimbangkan juga instalasi sumber air/air keran di chamber ini untuk memudahkan perawatan kolam dan pembersihan chamber filter.

 

gambar aplikasi brush pada chamber filter mekanik 128x83 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

 

Gambar: Media Brush dalam Chamber Filter

 

c. Chamber ketiga merupakan chamber untuk filter biologis. Dapat diisi dengan bioball. Dimana bagian dasar chamber diberi meja dengan kaki dari potongan pipa dan papan wiremess plastik. Meja kecil ini menghalangi bioball untuk keluar dari Bottom Drain di dasar chamber. Sedangkan bagian atas diberi penutup wiremess dengan bahan plastic dan ditahan dengan pipa ukuran setengah inch melintang baik panjang ataupun lebar chamber filtrasi.

d. Chamber keempat merupakan chamber untuk filter kimia. Media filter kimia biasanya dimasukkan dalam kantong kecil untuk memudahkan proses penggantian atau perawatan dikarenakan media ini paling mudah jenuh terutama batu zeolite dan carbon aktif (arang). Banyak penghobies yang menggunakan sebagian volume chamber ini juga untuk japmat yang dipasang sebelum media filter kimia. Tujuan nya adalah untuk lebih mengoptimalkan kinerja filter biologi. Porsi kecil disediakan untuk media carbon aktif, batu zeolite dan juga kulit kerang.

e. Chamber kelima merupakan chamber untuk pompa sirkulasi masuk ke kolam (jika kolam dibangun dengan sistem grafitasi)

f. Chamber keenam merupakan sludge chamber/back wash chamber yang terhubung dengan semua chamber melaui bottom drain masing-masing chamber dan merupakan chamber pembuangan terakhir ketika proses perawatan kolam dilakukan berkala. Ada baiknya overflow untuk membuang kelebihan air dipasang di chamber ini.

8. Bagaimana contoh skema design kolam koi beserta bak filtrasi?

Contoh skema design kolam berikut ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai hubungan antara kolam dengan bak filtrasi. Sebaiknya lokasi bak filter berdampingan dengan letak kolam agar proses filtrasi berjalan lebih efektif dan efisien.

 

design kolam koi sederhana beserta sistem filtrasi 128x78 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

Gambar: Skema sederhana kolam dengan system Vortex

 

 

design kolam koi sederhana 3d beserta sistem filtrasi 111x150 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

 

Gambar: Skema Aliran Air dari Kolam menuju Bak Filter dan sebaliknya

 

 

 

 

9. Dimanakah lokasi yang baik untuk kolam koi saya?

Sejauh ini belum didapatkan artikel yang membahas secara spesifik membahas mengenai lokasi kolam koi yang ideal bagi kolam Koi. Lokasi kolam koi dapat dimana saja dan tentunya mempertimbangkan berbagai aspek teknis terkait. Secara garis besar lokasi kolam koi dapat merupakan kolam indoor maupun kolam outdoor. Bagi kolam indoor patut mendapat perhatian bahwa paparan Matahari yang cukup ke dalam kolam koi bagus untuk menjaga keseimbangan ekosistem kolam. Selain itu bagi kolam indoor perlu memperhatikan juga sirkulasi udara dikarenakan kehadiran kolam indoor akan meningkatkan kelembaban udara ruangan. Sirkulasi udara melalui ventilasi yang cukup maupun sirkulasi (perputaran) dengan bantuan exhaust fan maupun ceiling fan akan sangat membantu.

Kolam Outdoor memiliki beberapa keunggulan, namun perlu diperhatikan juga paparan matahari yang berlebihan (terutama untuk kolam kecil dan dangkal/kedalaman kurang dari 1 meter) dapat menjadi gangguan ekosistem di dalam kolam Koi misalnya fluktuasi suhu Kolam Koi yang sering terjadi pada kolam kecil sebagai akibat perbedaan suhu siang dan malam dapat membuat ikan menjadi stress bahkan sakit. Selain daripada hal tersebut air hujan yang turun dapat menyebabkan kadar PH berubah di dalam kolam. Banyak penghobis yang mengantisipasi hal tersebut dengan membuat naungan bagi kolam koi dengan atap yang memungkinkan cahaya matahari tetap dapat masuk. Paparan matahari minimal 3 jam per hari di kolam akan membantu pertumbuhan koi dan menjaga ekosistem di dalam kolam.

 

10. Apakah design kolam Koi perlu mempertimbangkan system Aerasi?

Sebagaimana makhluk hidup lain nya di muka bumi ini, makhluk hidup di air seperti halnya ikan koi membutuhkan kadar oksigen yang cukup untuk kelangsungan hidupnya. Sistem aerasi atau sistem yang memastikan kecukupan oksigen ke dalam kolam dibutuhkan untuk kehidupan ikan koi dan juga membantu proses penguraian bakteri di kolam filtrasi terutama bakteri pengurai Amonia. Sistem aerasi akan menjamin tingkat kecukupan oksigen terlarut di dalam kolam koi. Semakin dalam kolam koi maka paparan oksigen dibagian dasar kolam akan rendah. Berikut adalah ilustrasi yang menggambarkan peran dari system aerasi bagi kolam.

 

gambar kolam tanpa adanya aerasi 128x56 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

gambar kolam tanpa aerasi dan aerasii 128x38 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

 

Sumber: http://www.livingwateraeration.com

 

Tingkat saturasi oksigen (DO = Dissolved Oxygen) dengan kedalaman 1 meter akan berkurang bahkan dikedalaman tertentu kadar DO akan sangat minimum (nol). Kadar DO juga dipengaruhi faktor lainnya seperti suhu udara (semakin tinggi suhu kolam maka akan semakin rendah kadar DO terlarut, table ilustrasi berikut dapat menjadi acuan).

 

gambar hubungan suhu kolam dan kadar ph kolam 128x94 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

Sumber: http://www.livingwateraeration.com

 

 

 

Tanaman air termasuk lumut dan ganggang juga ikut mengkonsumsi Oksigen terutama di malam hari dan sebaliknya di siang hari membantu menghasilkan oksigen melaui proses fotosintesa. Jumlah populasi dan besarnya ikan juga akan mengkonsumsi oksigen. Proses dekomposisi ammonia oleh bakteri juga memerlukan kadar oksigen yang cukup banyak (proses nitrifikasi membutuhkan oksigen 4.3 mg per 1 mg ammonia).

Ciri kolam koi yang kadar DO rendah adalah aktifitas ikan cenderung ada dipermukaan kolam atau berkumpul didekat air terjun, sebagaimana dalam gambar ilustrasi diatas. Bahkan untuk kadar oksigen yang sangat minimum ikan akan megap-megap dipermukaan kolam. Dalam kondisi yang parah akan mengakibatkan kematian ikan di kolam.

Kadar DO yang rendah untuk kolam koi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan:

a. Tingkat pertumbuhan ikan yang lambat

b. Ikan sering terjangkit penyakit yang disebabkan parasite

c. Ikan sering terjangkit penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri

Berapakah tingkat kebutuhan DO bagi ikan koi dan juga bagaimana cara mengukurnya?

Kadar DO dapat diukur dengan alat yang disebut DO meter. Kadar DO minimal bagi ikan adalah 6 mg/liter dan semakin tinggi kadar DO akan semakin baik bagi pertumbuhan ikan koi, proses perbaikan tissue yang rusak (regenerasi sel tubuh ikan koi yang rusak) dan proses reproduksi ikan koi. Ideal buat kolam koi jika kadar DO diatas 7 mg/liter. Akurasi pengukuran DO sangat ditentukan alat yang baik. Saat ini sudah tersedia alat ukur digital yang cukup baik walaupun dengan harga yang masih relative mahal.

Bagaimana cara meningkatkan kadar DO kolam? Banyak cara untuk meningkan kadar DO kolam koi yang pada dasarnya adalah dengan cara meningkatkan sebanyak mungkin kontak permukaan air dengan udara:

a. Aerasi dengan Air Terjun dapat meningkatkan kontak antara permukaan air dengan udara dan dapat meningkatkan kadar DO air kolam. Dikembangkan system Baki Shower dengan tujuan meningkatkan kadar DO air. Mengenai Baki Shower System akan dibahas lebih lanjut terpisah.

b. Aerasi dengan memipihkan pipa sirkulasi air dari filter ke kolam yang diletakkan dekat dengan permukaan air (disebut juga jet system yang tujuan nya memperderas aliran air ke kolam). Arus air yang ditimbulkan sangat sukai Ikan Koi dan menjadi semacam exercise bagi ikan.

c. Aerasi dengan menggunakan pipa venturi yang disambungkan ke pipa sirkulasi dari filter ke kolam. Apa itu pipa venture dan bagaimana cara kerjanya akan dibahas terpisah.

d. Air Mancur, selain sebagai penghias kolam yang memberikan keindahan artistic, air mancur juga dapat meningkatkan kadar DO air kolam koi

e. Aerasi dengan bantuan motor Aerator dan Batu Diffuser (yang sering dipakai di aquarium) atau Piringan Diffuser atau Pipa Diffuser. Motor Aerator menghasilkan hembusan udara yang masuk ke Diffuser untuk kemudian dipecah menjadi gelembung udara kecil. Semakin kecil dan banyak gelembung udara yang dihasilkan akan menambah kadar DO kolam.

11. Hindari Death Spot di dalam Kolam koi

Kolam koi perlu di design sedemikian rupa sehingga dapat diminamalkan adanya lokasi di kolam yang menjadi tempat deposit kotoran ikan yang tidak dapat atau sukar keluar melalui saluran menuju bak filter. Idealnya semua kotoran dalam satuan waktu tertentu melalui arus air dalam kolam dapat terbawa semua ke bak filter. Jika ada kotoran yang mengendap dan tidak terangkut area ini di sebut “Death Spot”. Biasanya death spot atau tempat deposit kotoran dalam kolam terletak pada sudut-sudut kolam dan atau di dasar kolam. Oleh sebab itu dalam design kolam ada baiknya mempertimbangkan dan memperhatikan:

a. Menghindari adanya sudut-sudut pada dinding kolam koi yang memiliki potensi menjadi tempat deposit kotoran. Idealnya permukaan kolam ibarat dinding mangkuk tanpa sudut.

b. Menghindari permukaan dasar kolam yang landai. Idealnya dasar kolam memiliki kemiringan tertentu menuju ke bottom drain seperti halnya di wastafel atau bathtube.

c. Ada baiknya kolam koi didesign dengan pusaran arus di dasar kolam. Pusaran arus ini dapat memanfaatkan air balik dari bak filter menuju kolam. Arah pusaran arus di dasar kolam idealnya melingkar mengitari mangkuk kolam koi. Pusaran dengan memanfaatkan gaya sentrifugal ini akan membantu mengangkut kotoran kasar/berat menuju bottom drain untuk selanjutnya dipindahkan ke bak filter. Selain pusaran atau arus melingkar di dasar kolam koi, idealnya ada arus air dipermukaan kolam koi yang menggerakkan air permukaan dengan tujuan untuk mengangkut kotoran yang ringan menuju ke surface skimmer. Kotoran ringan yang dimaksud di sini adalah gelembung atau busa di permukaan yang diakibatkan sisa pembuangan protein, daun-daun atau kotoran ringan yang melayang (termasuk juga telur nyamuk dan jentik). Tujuan arus atas ini juga untuk penambah kandungan DO kolam dan menekan kotoran dipermukaan menuju ke dasar kolam dan terbuang dalam bottom drain. Pusaran dan Arus Air ini baik buat perkembangan ikan koi dan ikan koi sangat menyukai adanya aliran air ini.

12. Apa kegunaan Bottom Drain dan Surface Skimmer?

Baik Bottom Drain maupun Surface Skimmer merupakan jembatan atau jalan kotoran dari kolam menuju Bak Filter. Bottom Drain merupakan jalan bagi kotoran yang lebih berat di dasar kolam menuju bak filter. Sedangkan Surface Skimmer merupakan jalan bagi kotoran yang melayang di permukaan kolam menuju ke Bak Filter. Tingkat efektifitas Bottom Drain sebagai jalan kotoran yang berat menuju Bak Filter tergantung pada design kolam yang memperhatikan kemiringan tertentu menuju ke Buttom Drain di dasar kolam. Berdasarkan pengalaman kemiringan 3 cm per setiap meter menuju ke Buttom Drain sudah cukup efektif membantu kinerja Buttom Drain dalam mengangkut kotoran di dasar kolam. Lokasi Buttom Drain di dasar kolam koi ada baiknya di tengah dasar kolam. Untuk kolam dengan ukuran besar ada baiknya dibuat beberapa titik Buttom Drain.

Surface Skimmer sederhana yang sering digunakan penghobies dapat dibuat dengan stand pipe (Pipa tegak lurus dari dasar kolam yang diberi mulut pada bagian permukaan nya) dan terletak sejajar dengan arah arus dari air terjun diujung sebaliknya dari kolam. Stand Pipe ini terhubung ke Bak Filter. Sistem Surface Skimmer sederhana dengan Stand Pipe dapat juga digunakan sebagai Sistem Overflow permukaan kolam koi yang kita buat. Kelebihan permukaan air kolam, melebihi batas atas surface skimmer akan dialirkan ke bak filter untuk selanjutnya disalurkan ke settlement chamber.

 

 

gambar settlement chamber yang dilengkapi dengan standpipe 128x97 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

 

Gambar: Settlement Chamber yang dilengkapi dengan Standpipe

 

 

 

gambar surface skimmer sederhana 128x94 Membuat Kolam Koi Ideal, Hal Hal Yang Perlu Mendapatkan Perhatian

 

 

Gambar: Surface Skimmer dengan Stand Pipe dibagian sudut kolam

 

13. Apakah Sistem Overflow Kolam Koi itu penting?

Overflow adalah system yang menjamin kelebihan air di dalam kolam tidak sampai luber. Sistem Overflow kolam koi penting sebagai antisipasi terhadap kelebihan supply di kolam. Kelebihan supply air kolam dapat menyebabkan air luber keluar dari kolam yang dikuatirkan menyebabkan ikan koi yang kita pelihara ikut keluar dari kolam. Penyebab air luber dapat disebabkan oleh air hujan, kerusakan system otomatis supply air sumber atau penyebab lainnya. Mempertimbangkan overflow system bagi keamanan kolam menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian ketika mendesign kolam koi yang ideal. Ada banyak bentuk design overflow yang dapat diterapkan. Salah satunya adalah design yang menjadi satu kesatuan dengan surface skimmer sebagai batas atas permukaan air. Kelebihan air akan dimasukkan ke dalam bak filter dan masuk ke dalam sludge chamber yang sudah dilengkapi dengan pembuangan overflow.

To be contunued and updated…….